Tampilkan postingan dengan label motifasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motifasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Oktober 2017

Kisah-kisah Inspiratif dalam Menuntut Ilmu

Makanan Halal Menjadi Penentu
Al Harits Al Muhasibi, ulama zuhud yang wafat pada tahun 243 H, yang sejak kecil sudah menjaga agar jangan sampai makanan haram atau subhat masuk ke dalam perutnya. Pada waktu masih berusia kanak-kanak, beliau pernah berjalan melalui sekelompok anak-anak yang sedang bermain di depan pintu penjual kurma, ia perhatikan anak-anak itu bermain. Tidak lama kemudian, pemilik rumah keluar dengan membawa beberapa butir kurma, dangan mengatakan kepada Harits, ”Makanlah kurma ini.” Harits tidak langsung mengiyakan, akan tetapi ia malah bertanya, ”Dari mana asal kurma ini?”. Si penjual kurma menjawab, ”Aku baru saja menjualnya kepada seseorang, lalu berjatuhanlah kurma yang telah ia beli”. Harits kembali bertanya, ”Apakah engkau mengetahuinya?” Si penjual itu kembali menjawab, ”Iya”.
Kisah-kisah Inspiratif Bagi Penuntut Ilmu

Setelah mendengar jawaban itu, Harits segera pergi menuju sekumpulan anak-anak yang sedang bermain, dan bertanya, ”Apakah orang ini (Si penjual) Muslim?” Mereka menjawab,”Iya”. Memperoleh jawaban demikian, Harits pergi menjauh meninggalkan si penjual itu. Si penjual kurma mengikutinya, sampai akhirnya ia menahan Harits. ”Jangan pergi, sebelum engkau menjelaskan, kenapa engkau berbuat demikian?” Harits menjawab, “Wahai syeikh, carilah pembeli kurma tadi, dan serahkan barang yang telah ia beli, sebagaimana engkau membutuhkan air, di saat engkau menderita kehausan yang amat sangat. Wahai syeikh, anda telah memberi makan kepada anak-anak Muslim dengan barang haram, padahal engkau Muslim?!” Si penjual akhirnya mengatakan,”Demi Allah, aku tidak akan berdagang hanya untuk mencari dunia selamanya.”
Menimbah Ilmu Bagai Padi
Diceritakan oleh Utsman bin ‘Ashim, beliau berkata; Suatu ketika di kota Mekkah, tepatnya di antara bukti Shafa dan Marwa, aku melihat seorang lelaki tua tengah menunggang seekor unta. Di bawahnya, tali unta tersebut dipegang oleh seorang lelaki yang juga sudah tua, dialah yang berjalan kaki menarik unta tersebut ke tempat tujuannya. Syahdan, aku kemudian melihat banyak orang berkumpul mengerumuni pria tua yang ada di atas tunggangan tersebut. Orang-orang itu adalah para ahli dan penuntut ilmu hadits yang haus akan ilmu, mereka mengikuti unta itu ke mana pergi.
Kisah-kisah Inspiratif Bagi Penuntut Ilmu

Pria tua yang berjalan menarik unta tersebut lalu berkata: "Wahai anak-anak muda, cukup!. Mari kita berhenti sejenak untuk bertanya dan belajar dari Syaikh ini".
Aku pun bertanya kepada mereka:
"Siapa orang tua yang di atas punggung unta tersebut?".
Mereka menjawab:
"Dia adalah Imam Al-Auza'i...". Ujar mereka menyebut nama seorang ulama besar.
Aku pun terkagum dan bangga karena berkesempatan berjumpa ulama sebesar beliau. Lalu aku pun bertanya kembali:
"Lantas, siapa pula orangtua yang menarik unta dan berjalan kaki itu?".
Mereka menjawab:
"Dia adalah Sufyan Al-Tsauri...". Jawab mereka.
Demikianlah akhlak para ulama. Mereka yang meneladankan kepada kita suatu hikmah: semakin tinggi ilmu, semakin rendah hati, semakin berbudi.
Siapa yang tak kenal dengan Imam Sufyan Al-Tsauri? Ulama besar yang perkataannya menyamai para imam mazhab. Namun dengan ketinggian ilmu, beliau tidak menyombongkan diri, beliau tidak angkuh, bahkan tidak malu menjadi penarik tali unta untuk sekedar bisa belajar dari ulama lain.
Kisah-kisah Inspiratif Bagi Penuntut Ilmu

Mengakui Kesalahan
Suatu hari di masjid raya negeri Fusthat, wilayah Mesir. Seorang ulama terkenal bernama Abul Fadhl Al-Jauhari sedang menyampaikan ilmu agama untuk khalayak ramai. Dalam kesempatan tersebut, Al-Jauhari menjelaskan bahwa Rasulullah r pernah menjatuhkan talak, mengucapkan zhihar, dan melakukan ila’. Di antara hadirin, terlihat seseorang yang nampak asing bagi al-Jauhari dan orang-orang. Orang asing itu bernama Muhammad bin Qasim al-Utsmani. Setelah keluar meninggalkan masjid, al-Utsmani bersama satu rombongan orang lantas mengikuti Al-Jauhari dari belakang, sampai ke rumahnya. Mereka dipersilahkan masuk.
Setelah berbincang-bincang dan tamu-tamu telah beranjak pamit, Al-Jauhari memberi kesempatan kepada Al-Utsmani untuk berbicara. “Hari ini, saya menghadiri majelis anda. Saya mendengar anda menerangkan bahwa Rasulullah r pernah melakukan ila’ dan menjatuhkan talak, hal ini benar. Namun, anda juga mengatakan bahwa Rasulullah r mengucapkan zhihar, padahal hal ini tidak pernah terjadi. Sebab, zhihar itu termasuk ucapan mungkar dan dusta. Jadi, tidak mungkin hal ini terjadi pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Al-Utsmani berterus terang. Saat itu juga, Al-Jauhari memeluk Al-Utsmani dan mencium kepalanya. Al-Jauhari menyatakan, “Sejak detik ini, saya bertaubat dari pendapat tersebut. Semoga Allah I membalas anda dengan kebaikan, atas teguran ini.”
Keesokan harinya, sebagaimana biasa, Al-Jauhari menyampaikan ilmu untuk khalayak ramai di masjid raya Fusthat. Dalam kesempatan tersebut, Al-Jauhari mengumumkan rujuknya dari pendapat yang disampaikannya pada hari sebelumnya. Sekaligus beliau memuji Al-Utsmani. “Saya adalah guru kalian. Namun, orang ini (Al-Utsmani) adalah guruku. Kemarin, saya menyatakan bahwa Rasulullah r pernah melakukan ila’, menjatuhkan talak, dan mengucapkan zhihar. Namun, tidak ada seorang pun dari kalian yang menegur,” kata Al-Jauhari. Kemudian Al-Jauhari menceritakan ulang tentang kejadian kemarin bersama Al-Utsmani. Al-Jauhari lalu menutup pembicaraan di majelis tersebut dengan berkata, “Saya menyatakan taubat dari pendapat kemarin dan saya rujuk kepada kebenaran. Barangsiapa yang kemarin hadir, janganlah ia berpendapat demikian! Barangsiapa yang hari ini tidak hadir, hendaknya diberitahu oleh yang hadir. Semoga Allah membalasnya dengan kebaikan.”

Pelajaran penting dan berharga! Berani mengaku salah adalah sifat terpuji. Siap untuk merujuk kepada kebenaran merupakan akhlak mulia. Hanya hamba yang berjiwa besar saja yang mampu melakukannya.

Selasa, 28 Maret 2017

KEUTAMAAN MENGUCAPKAN SALAM

KEUTAMAAN MENGUCAPKAN SALAM
KEUTAMAAN MENGUCAPKAN SALAM

Mungkin tidaklah asing bagi kita ketika bertemu sesama muslim untuk mengucapkan salam. bahkan hal itu menjadi sebuah tradisi yang sering kita lakukan sehari-hari. Jika dipandang dari segi etimologinya, salam berdasarkan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah ucapan untuk saling sapa menyapa pada seseorang yang kita kenali, dengan ragam bahasa menurut agama dan kepercayaan masing-masing.
Sedangkan menurut Prof. Dr. Emha Ainun Najib yang biasa dikenal dengan Cak Nun , salam merupakan sebuah utopia yang dapat diaplikasikan oleh setiap perorangan maupu ormas-ormas tertentu, baik melalui dunia maya atau dunia nyata. hal ini pula dapat kita lakukan dimana saja dan kapan saja.
Jika dipandang melalui kaca mata fikih, hukum manjawab salam adalah wajib sedangkan hukum mengucapkan salam adalah sunnah, lebih-lebih mengucapkan salam kepada para alim ulama’. Rasulullah pernah bersabda mengenai mengucapkan salam kepada orang-orang shaleh yang berbunyi:
وَسَلاَمُكَ عَلَى العَالِمِ خَيُرٌ لَكَ مِنْ أَلْفِ عِبَادَة أَلْفِ سَنَةٍ (الحديث)
"ucapan salammu kepada orang alim itu lebih aik dari pada beribadah seribu tahun dalam jangka waktu seribu tahun"
Dari hadits di atas kita bisa mengambil kesimpulan bahwasanya bandingan mengucapkan salam kepada orang-orang alim adalah ibadah seribu tahun bahkan lebih baik dari itu. Ada sebuah cerita yang menggambarkan tentang keutamaan salam yaitu terdapat seorang lelaki dari negeri bashrah selalu istikomah dalam mengucapkan salam, seperti ketika ia bertemu dengan saudara, teman atau kerabat-kerabatnya. Suatu hari ia bermimpi bertemu Rasulullah sampai dua kali, didalam mimpinya itu Rasulullah sembari mengucapkan salam kepada lelaki itu, kemudian ia menjawabnya dengan berlagak sungkan. ia pun terbangun dari tidurnya seketika itu juga. 
KEUTAMAAN MENGUCAPKAN SALAM


Di era moderenisasi ini mungkin salam bukanlah kata-kata yang sagat senak didengar. Hampir di semua kalangan mulai terpengaruh oleh budaya eropa yang semakin semarak dan membabi buta. Sehingga sangat gengsi bagi mereka untuk mengucapkannya.  Menurut fakta yang ada salam tidaklah harus diucapkan melalui kata-kata, melainkan cukup dengan gerakan alis, anggukan kepala, lambaian tangan dan lain sebagainya. Namun tidaklah sopan bila hal itu kita lakukan kepada orang yang lebih tua dan orang yang yang kita patut hormati, namun sebaiknya model salam seperti diatas bisa kita lakkan kepada orang yang sebaya dengan kita. Semoga tulisan ini  dapat bermanfaat serta dapat membawa hikmah bagi kita semua amin.

Minggu, 15 Januari 2017

Manajemen Waktu Yang Akan Mengubah Hidup Anda

     Manajemen Waktu Yang Akan Mengubah  Hidup Anda
   Manajemen Waktu Yang Akan Mengubah  Hidup Anda
Jika kita ingin membuat perubahan yang nyata pada hidup kita, kita haru memanfaatkan   dan memberdayakan waktu sebaik mungkin agra kita bisa meraih keberhasilan,karna keberhasilan orang berbeda beda tergantung pada manajemen cerdas dari waktu anda bukan dari energi yang anda konsumsi.
Apakh anda selalu merasa  kehabisan waktu dan tidak dapat melakukan apa yang di jadwalkan.???
Apakah anda merasa bahwa  anda hidup di lingkungan yang penuh tekanan dan tanpa hasil positif.???
Manajemen Waktu Yang Akan Mengubah  Hidup Anda

Jika jawabannya adalah “Ya” maka sudah saatnya untuk mengubah hidup anda dan fokus pada tujuan anda bahwa anda akan menggunakan waktu untuk kebaikan anada sendiri,dan berikut adalah tips menaklukkan waktu menurut versi oksigen.
1_pastikan perbuatan kita adalah amal shaleh.
 Kita harus yakin bahwa apa yang kita rencanakan dan kita lakukan adalah perbuatan yang di perintahkan oleh ALLAH SWT dan tidak di larang oleh_NYA.
2_Buatlah agenda harian.
Buatalah sehari sebelumnya,  buatlah tabel jadwal harian beserta jam jamnya  akan lebih baik lagi jika di buat berdasarkan rencana agenda bulanan,mingguan dan harian.
3_Hindari menunda nunda pekerjaan.
Jangan sampai menunda pekerjaan yang penting dan menggantinya dengan yang  kurang penting,sebab menunda pekerjaan yang penting akan membuat kita kehilangan waktu untuk mengenjakan yang lain.
4_Disiplin dalam target waktu penyelesaian.
Selalu sediakan jam agar dapat memudahkan kita untuk mengecek waktu sesuai dengan agenda yang kita buat.
5_Patuhi jadwal.
Periksa aagenda yang telah kita buat jangan sampai ada yang terlewatkan.jangan sekali kali menggantinya kecuali ada kegiatan yang sangat penting.
6_Koreksi kesalahan yang telah di lakukan.
Sebelum kita melakukan jadwal besok pagi selanjutnya, koreksi kesalahan yang telah di lakukan hari ini, evaluasi apa penyebabnya dan bagaimana solusinya. Hal ini harus di selesaikan untuk mencegah hal serupa terjadi lagi.
Sebagai muslim kita harus tahu bahwa bahwa yang paling berharga di dunia ini adalah IMAN kemudian setelah itu adalah WAKTU. Oleh  karna itu kita harus merasa rugi dan berdosa jika kita mengisinya dengan bersantai santai, bebicara sia-sia, berjalan sia sia, maka dari itu janganlah kita membiarkannya terbuang sia-sia.
                                                                                                               

                                                                                                               

Kamis, 12 Januari 2017

Cara Mengajarkan Anak Menghafal Al Qur'an Sejak Dini


Cara Mengajarkan Anak Menghafal Al Qur'an Sejak Dini
Memiliki Anak yang hafal al Quran adalah dambaan setiap orang tua. Karena, Ia akan manjadi Syafi’ (orang yang memberi syafaat) bagi orang tuanya kelak di hari kiamat. Sebagaimana yang sudah dijelaskan Rasulullah SAW.

لحامل القرآن إذا عمل به فأحل حلاله وحرم حرامه يشفع فى عشرة من أهل بيته يوم القيامة كلهم قد وجبت لهم النار 

جامع الأحاديث - (ج 17 / ص 347)
Artinya: “Apabila seorang penghafal al Quran mengamalkannya (al Quran), menghalalkan barang halal dan mengharamkan barang haram, maka Kelak di hari kiamat Ia dapat memberi syafaat kepada 10 anggota keluarganya yang telah divonis masuk neraka”.
Dari hadits ini, kita akan termotivasi untuk mendidik dan mengarahkan Anak-anak kita untuk menghafal al Quran. Atau mungkin hati kita yang tergugah untuk menghafalkannya sendiri. Selagi kita bisa, ngapain nunggu anak-anak kita.
Pada dasarnya, tidak ada kata terlambat untuk menghafal al Qur’an. Sebab, al Quran tidak mengenal umur. Ia akan tetap bisa dibaca dan di hafal oleh setiap orang. Entah itu, Kecil, muda dan dewasa. selain itu, al Quran juga bukan hanya untuk orang-orang cerdas dan orang-orang berdarah biru (putra-putra Kiai). Asalkan Ia memiliki kemauan , tekad dan keistiqomahan yang mapan, ia akan mampu menghafal al qura bil Ghaib (tanpa melihat). Entah itu anaknya petani, pedagang, ustadz, bahkan buruh sekalipun.
Kami yakin, di sini, pembaca adalah orang-orang yang ingin sekali memiliki anak yang hebat, anak yang bisa membaca al quran tanpa melihat (Hafal) sejak dini. Namun, mungkin masih bingung tentang metode dan cara yang paling efektif agar anak kita mampu menghafal al quran dengan sempurna.
Di sini, kami akan ulas trik mudah mendidik anak untuk menghafal al Quran sejak dini sesuai dengan pengalaman kami dan teman kami. Memang, Cara ini sangat sederhana, dan mungkin terbilang biasa. Namun, jika Anda benar-benar menerapkannya, Insya Allah keinginan Anda untuk memiliki anak yang hafal al Quran akan tercapai. Kuncinya cuma 3, yaitu, sabar, semangat dan istiqamah.
Berikut ini adalah cara mendidik anak untuk mengahafa al Quran sejak dini yang kami maksud:


A. Untuk Bayi yang berumur kisaran 0-2 tahun

           1-Bacakan Al Qur'an dari surat Al fatihah
           2-Tiap hari 4 kali waktu (pagi, siang, sore, malam)
           3-Tiap 1 waktu satu surat diulang 3x
           4-Setelah hari ke-5 ganti surat An Naas dengan metode yang sama
           5-Tiap 1 waktu surat yg lain-lain diulang 1x2
B. Untuk Anak umur Di atas 2 tahun
           1-Metode sama dengan teknik pengajaran bayi. Jika kemampuan mengucapkan kurang, maka tambah waktu menghafalnya, misal dari 5 hari menjadi 7 hari
           2-Sering dengarkan murattal
3. Untuk Anak umur Di atas 4 tahun
           1-Mulai atur konsentrasi dan waktu untuk menghafal serius.
           2-Ajari muraja'ah (mengulang) sendiri.
           3-Ajari menghafal sendiri.
           4-Sering-sering memotivasi agar semangatnya terjaga.
           5-Waktu menghafal minimal 3-4x perhari.
Demikianlah Metode dan cara mendidik anak agar hafal al quran yang bisa kami bagikan disini. Semoga kita di karunia anak-anak yang hebat, sholeh, hafal al quran yang bisa kita jadikan sebagai tambahan amal untuk menempuh jalan menuju Ilahi. Amin !

Selasa, 10 Januari 2017

BAWALAH ANAK ANDA MENGELILINGI DUNIA

BAWALAH ANAK ANDA MENGELILINGI DUNIA

BAWALAH ANAK ANDA MENGELILINGI DUNIA
Sangatlah logis jika Allah mengawali percakapan melalui wahyuNya yang diturunkan kepada nabi muhammad dengan perintah “membaca”. Sangatlah banyak hal faidah membaca baik yang transparan atau yang bisa dirasakan setelah lama kita menggeluti pekerjaan mulya ini.
Salah satu faidahnya adalah dengan membaca kita bisa mengelilingi dunia. Bisa dikatakan buku - sebuah alat yang mengantarkan kita pada pekerjaan membaca ini- adalah alat klasik untuk seorang bisa menambah wawasan keilmuan, sebab “buku sama kedudukannya dengan dunia”, begitulah apa yang pernah dikatakan oleh Friendich Von Logau (1604-1655): die welt ein buchnya. Berperang dengan buku, memompa diri dengan buku dan menambah pengetahuan dengan buku. Perkataan ini kemudian dikuatkan kembali oleh pengakuan seorang penulis lokal kita agus........., ketika dia dahulu diperintah gurunya untuk menuliskan cerita perjalan liburannya, yang mana ia sangatlah tidak mungkin berlibur seperti teman-teman sekolahnya, sebab ia harus menggantikan kedudukan ayahnya untuk menjadi penjaga toko disetiap waktunya bisa menikmati liburan sekolah. Inisiatif  muncul darinya, setiap ia berlibur ia tetap menjaga toko dan setiap hari pula ia membaca buku-buku. Hingga ia bisa bercerita bagaimana elok pulau-pulau jepang, bagaimana orang-orang jerman dan bagaimana ia mengunjungi beberapa negara yang ia kunjungi dari beberapa tulisan pada buku yang telah ia hatamkan.
BAWALAH ANAK ANDA MENGELILINGI DUNIA

Membaca adalah salah satu cara untuk menghindari diri dari penyakit yang akan menyerang sarang otak seperti yang dikatakan seorang peneliti dari henry ford health system, Dr. C.Edward Coffey. Dengan membaca ia akan mempunyai komitmen tinggi pada masa depan yang baik (vision priciple), pandangan hidup (world view) serta memiliki track record atau catatan perjalan sesuai sesuai dengan harapan Allah dan rosulnya.
Malahirkan komitmen diri tidak akan hadir ketika seoseorang tidak mempunyai keluasan pikiran. Dan hal ini tidak bisa hadir kecuali dengan menggeluti dunia baca -Baik membaca dalam lintas tulisan, ataupun dunia yang ia lihat dan ia dengar-.
Lantas wajibkah seorang wanita membaca?
Perintah membaca dan untuk selalu memompa keluasan intlektual adalah perintah yang terarah kepada setiap individu manusia. Tidak memandang kaya, miskin, bersekolah, ataupun tidak. Dan yang paling inti adalah ia pria ataupun wanita.
Dan rosulullah pernah bersabda “mencari ilmu adalah kewajiban bagi kaum laki-laki dan perempuan” dan dalam hadits masyhur yang sering kita denganr nabi juga bersabda “carilah ilmu walaupun kenegri cina”. Mencari ilmu dan bahkan hingga kenegri cina adalah hal yang sangat mungkin bagi seorang wanita seperti apa yang pernah diakui oleh agus.......... membaca adalah menciptakan kedamaian bagi keluarga dan keamanan bagi wanita itu sendiri. Apalagi di zamanpost modern, ketika gadget sudah menyediakn berbagai kebutuhan dan alat komunikasi yang dulu hanya bisa ditempu dalam waktu berminggu-minggu saat ini sudah bisa ditempuh sejurus nafasnya berhembus.

Membaca bagi wanita bukan hanya sebuah fardhu kifayah atau sosial reponsibility baginya, namun  membaca adalah kewajiban bagi setiap individu wanita itu sendiri, yang mana ia mempunyai kewajiban besar mendidik dan membina keluarga.
Selain itu fungsi wanita di mata dunia sangatlah besar. Memang benar ketika seorang penulis lokal kita menulis disalah satu akun sosialnya, bahwa “Wanita berasal dari tulang rusuk, maka tak layak bagnya kemudian dijadikan sebagai tulang punggung (bagi keluarganya sendiri.pen)”.
Namun, kedudukan wanita tetap sangatlah besar, karena ia adalah sebuah ladang yang kemudian dari nyalah tumbuh dan berkembang beberapa tumbuhan dengan hasil bermacam-macam. Bahkan peran seorang wanita sebelum ia melahirkan anaknya sudah sangatlah berperan seperti apa yang dikatakn oleh banyak pakar kedokteran barat mengatakan “anak seringkali mengikuti kebiasaan ibu semenjak ia ada dalam kandungan”. Betapa besar tanggung jawab seorang wanita, berpotensi besarlah anak yang ia didik.
Kemudian Syekh Abu sulaiman ad-Daroni berkata mengenai sosok wanita yang diharapkan agama yang kemudian darinyalah diharapkan generasi yang besar pula. Ia berkata ”istri solehah  tidaklah termasuk (cinta) dunia, sebab dia dapat membuatmu konsentrasi untuk akhirat, dengan mengatur rumah tangga”.
Ada dua 2 kewajiban dan dua hal yang telah wanita dapat secara tidak langsung disaat ia menekuni dunia baca. Pertama, wanita itu telah memenuhi kewajiban dirinya atas perintah agama untuk mencari ilmu, terutama yang sangat dibutuhkan baginya. Yang kedua berarti ia telah benar-banar mempunyai niatan besar dan siap dalam setiap detik nafasnya untuk menjadi sosok istri solehah dan seorang ibu panutan bagi anak-anaknya. Wanita kutu buku inilah yang kemudian bisa dibahasakan “perpustakaan bagi anak sendiri”, Baik ketika anak mengalami masalah dalam proses belajarnya disekolah atau proses menjalani kehidupan dengan menghadirkan beberapa pemikiran darinya dari hasil apa yang telah lama ia baca dan cerita-cerita yang bisa dijadikan ibroh  atau pelajaran bagi sianak.
Seorang penyair arab menggubah syair: 
# اعددت شعبا طيب العراق الام مدرسة  اذا اعددتها
“Ibu adalah tempat belajar (madrasah pertama bagi anak) “ jika kau persiapkannya (Dengan baik)# berarti kau persiapakan generasi yang baik pekertinya”.
So, bagi para wanita mari membaca dan membaca dengan niatan menghilangkan kewajiban bagi dirinya dan dengan niatan besar bahwa “aku” wanita tersebut bercita-cita menjadikan sosok pemuda sukses dimasa mendatang. Dan ingatlah perkataan William James “penemuan terbesar dari generasi saya adalah bahwa seseorang bisa mengubah kehidupannya dengan mengubah pikirannya”. Marilah rubah kebiasaan mengoperasikan sosmed dan lainnya kepada perubuahn merubah mindset dengan selalu membaca untuk sebuah harapan baik bagi generasi penerus kita. jadilah wanita kutu buku. Dan selamat mengelilingi dunia dan membawa anak-anak anda untuk mengelilingi dunia pada buku-buku yang pernah anda baca. Jadikan guru mereka adalah buku bukan hanya berguru pada layar televisi yang sering kali merusak kebiasaan dan mindset manusia terutama anak kita yang seharusnya kitalah yang mendidiknya.


Senin, 26 Desember 2016

Khasiat Wudhu'

Khasiat Wudhu'

Khasiat Wudhu'

Pernahkah Anda berwudhu'? Berapa kali?
Setiap orang Muslim pasti pernah berwudhu'. Bahkan, setiap hari pasti mereka berwudhu', karena wudhu' adalah salah satu dari syarat-syarat melaksanakan shalat. Tapi, tahukah Anda, bahwa wudhu' itu memiliki banyak faidah. Selain sebagai syarat sahnya shalat, wudhu' juga memiliki banyak faidah yang harus pambaca ketahui. Di antaranya adalah:
Pertama, Mampu menyembuhkan penyakit. Diceritakan, bahwa pada suatu hari terdapat seorang ulama di Baghdad yang dikenal dengan Imam al-Junaid. Ketika itu, mata Imam al-Junaid sakit parah hingga tidak bisa melihat karena terhalang oleh kotoran matanya. Lalu, tabib yang merawatnya memberi saran agar mata Imam al-Junaid jangan sampai terkena air. Ketika si tabib sudah pergi, Imam al-Junaid melanggar saran si tabib dengan berwudhu' dan membasahi matanya dengan air wudhu'. Setelah itu, beliau shalat sunah dan tidur. Ketika bangun, Imam al-Junaid telah menemukan matanya dalam keadaan sembuh dan mendengar suara tanpa wujud',Al-Junaid merelakan matanya demi mengharap ridhaku. Seandainya dia mengharap neraka Jahanam dengan apa yang ia lakukan, pastilah aku akan mengabulkannya.
Ketika si tabib datang dan melihat mata al-Junaid telah sembuh, ia bertanya,Apa yang engkau lakukan? Imam al-Junaid menjawab,Aku berwudhu, lalu shalat.” Ternyata si tabib tadi beragama Nasrani. Setelah mendengar cerita Imam al-Junaid, si tabib beriman seketika itu juga di depan al-Junaid seraya berkata,Ini adalah pertanda dari al-Khalik bukan makhluk, saya orang yang sakit mata (buta terhadap yang hak) dan engkau adalah tabibnya (dengan menunjukkan perkara hak).”
Dari cerita ini, pembaca sekarang sudah tahu bahwa dengan berwudhu' mampu untuk menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk sakit mata.
Kedua, membuat wajah bersinar. Diriwayatkan dari Abu Hurairah,Saya mendengar Rasulullah bersabda,akan datang umatku di hari Kiamat kelak dengan wajah yang bersinar, begitu juga tangan dan kakinya dari atsar-nya wudhu'. Barangsiapa yang mampu untuk memperlama sinarnya, maka lakukanlah (wudhu'). (HR. Muslim)
Dari hadis di atas, dapat disimpulkan bahwa wudhu bisa membuat wajah bersinar. Bukan hanya di hari Kiamat saja, bahkan saat ini sering kita lihat orang-orang daimul-wudhu' wajahnya bersinar bersih seakan selalu memakai bedak termahal. Padahal mereka hanya berwudhu' saja.
Ketiga, membangkitkan syahwat. Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri bahwa Rasulullah Saw bersabda,Ketika salah satu dari kalian mendatangi (menggauli) istri kalian. Lalu, kalian ingin mengulangi lagi, maka wudhu'lah di antara keduanya.” (HR. Muslim). Diperkuat oleh al-Hakim,Karena dengan wudhu' lebih menggairahkan untuk mengulangi.”
Kesimpulan hadis di atas, ketika kalian menggauli istri, lalu kalian ingin melakukan ronde kedua, maka wudhulah agar lebih membangkitkan hasrat. Bukan hanya itu, sebagian orang-orang terdahulu, selalu berwudhu bila merasa lelah di tengah bekerja dan melaksanakan shalat dua rakaat, setelah itu mereka melanjutkan pekerjaan mereka.

Sebenarnya masih banyak lagi faidah-faidah dari wudhu', tapi, uraian di atas sudah bisa dianggap cukup untuk pembaca amalkan.

Jumat, 25 November 2016

Tips Belajar Ala Pesantren


Kalangan santri pondok pesantren pasti tak akan lepas dari lingkungan dan trdisi belajar, musyawarah dan diskusi; sebuah budaya yang sangat mendukung kegiatan belajar di pesantren. Berikut beberapa teladan dai ulama’ salaf mengenai kiat-kiat belajar yang dianjurkan syri’at Islam.
Berwuduk
Sebelum belajar kita disunahkan berwudu’ agar badan kita suci dari hadas kecil. Sebab, ilmu adalah cahaya yang cahaya itu akan berlipat ketika badan dalam keadaan suci. Sebagaimana dijelaskan, “Bahwasanya Imam as-Sarakhsi perna mengulang-ulang pelajarannya sedangkan dia dalam keadaan sakit perut, maka dia mengambil air wudu’ dalam semalam sebanyak tujuh belas kali.” (Lihat: Kitab Ta’limul Muta’allim
Membaca Basmalah
Disunahkan membaca basmalah sebelum membuka kitab agar yang kita kerjakan mendapat barakah. Kesunahan basmalah ini bukan hanya dalam muthala’ah saja akan tetapi juga di setiap pekerjaan baik. Hal ini berlandaskan Hadis Nabi “Setiap sesuatu yang tidak dimulai bacaan basmalah, maka akan terputus barakahnya.” (HR. Abu Daud dan Hakim)
 Menghadap Kiblat
Agar belajar kita mendapatkan keutamaan dan pahala, maka sebaiknya menghadap kiblat dikarenakan menjadi tumpuhan bagi umat Islam dalam beribadah kepada Allah, seperti shalat, haji dan lainnya. Selain itu arah kiblat merupakan arah yang paling mulia dan paling patut dibuat acuan dalam melakukan hal baik.

Membaca Do’a Belajar
Sebelum memulai belajar seyogyanya kita berdo’a terlebih dahulu agar apa yang kita pelajari sesuai dengan yang diteladankan oleh ulama’ salaf. Do’a adalah senjata ampuh bagi orang mukmin. Di antara do’a belajar yang diteladankan oleh ulama’ salaf adalah yang berbentuk niat dibawah ini:
نوبت التعلم لإعلاء كلمات الله
Tawassul Kepada Pengarang
Ketika membaca do’a seyogyanya kita bertawassul kepada pengarang agar yang kita pelajari bisa nyambung (Jawa. red) kepada pengarangnya. Akan tetapi jika pengarangnya non muslim, maka tidak perlu bertawassul karena tawassul kita akan sia-sia. Tawassul dilakukan karena apa yang kita pelajari bermuara dari pengarangnya, karenany kita harus membalas jasa beliau dengan bertawassul dan menghadiahkan bacaan al-Fatihah, sehingga ilmu itu bisa kita serap seutuhnya dan mendapat barakah dari pengarangnya.

 Dibaca dan Diulangi
Setelah itu kita mulai membuka kitab atau buku yang kita pelajari dengan menggunakan tangan kanan. Sebab, sesuatu yang baik itu seyogyanya dikerjakan melalui yang kanan dulu. Pelajaran tadi kita baca dengan tenang dan khusyuk mulai depan sampai belakang dengan mengikuti urutan yang kita dapatkan dari guru, dibaca dan diulang-ulangi sampai hafal.
Membaca Do’a Ikhtitam (Penutup)
Setelah pelajaran tadi dihafal dan diulang-ulang sampai benar-benar tertancap di hati kita, maka dianjurkan untuk menutupnya dengan bacaan do’a dengan harapan sesuatu yang kita pelajari itu tertanam dalam benak hati yang bisa diingat kapan dan di mana saja ketika dibutuhkan. Semoga bermanfaat .....